Integrasi AI dalam Bingkai Pendidikan Islam

Authors

  • Masti Yanto Universitas Islam Negeri Madura Author
  • Ahmad Muhlis Universitas Islam Negeri Madura Author
  • Waqi’atulya Waqi’atulya Universitas Islam Negeri Madura Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/jusokal.v1i1.81

Keywords:

AI, Pendidikan Islam, transformasi digital, etika teknologi, akhlak peserta didik

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam bingkai Pendidikan Islam merupakan sebuah transformasi pedagogis yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pengembangan pembelajaran yang adaptif, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam Pendidikan Islam sebagai instrumen inovasi pembelajaran tanpa mengabaikan dimensi spiritual, moral, dan pembentukan akhlak peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), kajian ini menelaah hubungan antara perkembangan teknologi AI, prinsip pedagogis Islam, serta orientasi pendidikan dalam membentuk manusia yang berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi untuk mempersonalisasi pembelajaran, memperluas akses terhadap sumber pengetahuan keislaman, meningkatkan literasi digital, serta mendukung kreativitas dan kemandirian belajar peserta didik. Namun, pemanfaatannya tidak dapat dilepaskan dari persoalan etika, validitas informasi keagamaan, privasi data, ketergantungan teknologi, dan berkurangnya interaksi pedagogis yang bermakna antara guru dan peserta didik. Oleh karena itu, integrasi AI dalam Pendidikan Islam perlu dibangun melalui paradigma yang menempatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru, otoritas keilmuan, maupun proses internalisasi nilai. Guru tetap menjadi figur sentral dalam membimbing peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab moral, kesadaran spiritual, dan kebijaksanaan dalam menggunakan teknologi. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi AI dalam Pendidikan Islam tidak semata-mata diukur berdasarkan kecanggihan teknologi atau efisiensi pembelajaran, tetapi juga berdasarkan kemampuannya memperkuat keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan keluhuran akhlak. Dengan demikian, integrasi AI yang berorientasi pada nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan bagi rekonstruksi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas etik dan tujuan humanistiknya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM).

Fathorrozy, Syarifah, N., Anam, K., & Qomariyah, N. (2026). Kerangka etis Artificial Intelligence dalam Pendidikan Islam: Mengintegrasikan Maqasid Syariah di era pembelajaran digital. Re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management), 371–384. https://doi.org/10.19105/re-jiem.vi.24289.

Ibrohim, W. M., Aziz, A., & Sahrodi, J. (2026). Islamic ethical pedagogy for artificial intelligence use: Insights from Islamic religious education teachers in Indonesia. Journal of Islamic Education Research, 7(4), 593–610. https://doi.org/10.35719/jier.v7i4.589.

Larhzizer, F. H., Irawan, D., Usman, A., Aprizon, Hammad, I., Supratama, R., Khayati, S. Q., Rokhma, E. M., Rochmawan, A. E., & Susanto, E. (2025). Artificial intelligence in Islamic education: Ethics and its implications for Islamic education. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 4(4). https://doi.org/10.59944/amorti.v4i4.490.

Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386693.

Rusdiana, R., & Cahyadi, A. (2026). The role of artificial intelligence (AI) in Islamic religious education: An analysis of opportunities, risks, and ethical regulations. Al Ghazali: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam. https://doi.org/10.69900/ag.v6i3.608.

UNESCO. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. Paris: UNESCO. Laman resmi UNESCO.

Azizah, R., & Wardefi, R. (2026). Artificial intelligence and academic integrity in Islamic higher education: Exploring ethical challenges among Islamic education students. Al-Adabiyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(4), 625–646. https://doi.org/10.35719/adabiyah.v7i4.1449.

Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM).

Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386693.

UNESCO. (2021). AI and Education: Guidance for Policy-makers. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000376709.

Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM).

Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning. Center for Curriculum Redesign. Sumber buku.

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.

UNESCO. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000386693

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Published

2026-10-19

Issue

Section

Articles

How to Cite

Yanto, M., Muhlis, A., & Waqi’atulya, W. (2026). Integrasi AI dalam Bingkai Pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah Sosio Humaniora Dan Kearifan Lokal, 1(1), 35-46. https://doi.org/10.63822/jusokal.v1i1.81