Pancasila Dan Kearifan Lokal: Membangun Jati Diri Bangsa Dari Akar Budaya
Keywords:
Pancasila, kearifan lokal, jati diri bangsa, pendidikan karakterAbstract
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki fondasi yang kokoh dalam kearifan lokal dan budaya Nusantara. Nilai-nilai mulia seperti gotong royong, musyawarah, dan penghormatan terhadap alam telah menyatu dalam kehidupan masyarakat jauh sebelum Pancasila dirumuskan. Kearifan lokal dan akar budaya tersebut berperan penting dalam membentuk identitas bangsa, yang tercermin dalam tradisi, spiritualitas, dan solidaritas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan untuk menganalisis peran Pancasila dan kearifan lokal dalam membangun jati diri bangsa. Hasil penelitian menunjukkan tantangan seperti globalisasi, lemahnya pendidikan karakter, dan minimnya perhatian terhadap keberagaman budaya lokal menghambat internalisasi nilai-nilai tersebut. Oleh karena itu, diperlukan solusi strategis, seperti penguatan pendidikan berbasis nilai, pelatihan guru, revitalisasi budaya lokal, pemanfaatan teknologi digital, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pelestarian budaya. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan identitas nasional Indonesia tetap kuat dan berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila dalam menghadapi tantangan zaman modern
References
Aisara, F., Nursaptini, & Widodo, A. (2020). Melestarikan Kembali Budaya Lokal Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Untuk Anak Usia Sekolah Dasar. Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial, 9(2), 149–166.
Bhagaskoro, P., Utungga Pasopati, R., & Syarifuddin. (2019). Pancasila Dalam Interaksi Kearifan Lokal Dan Ideologi Transnasional. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial Dan Politik, 1(2), 112. https://doi.org/10.33474/jisop.v1i2.4806
Budiman, A., Nurholis, E., & Danurahman, J. (2023). Memperkuat Jati Diri Bangsa Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Nilai dan Kearifan Lokal. Prosiding Seminar Nasiona Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 1(1).
Daniah. (2019). Kearifan Lokal (Local Wisdom) Sebagai Basis Pendidikan Karakter. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Ibnu Faruk Fauzi, M. (2022). Perawatan Warisan Budaya: Membangun Masa Depan Bangsa Sebuah Penelitian Pendahuluan. Journal of Indonesian Culture and Beliefs (JICB), 1(1), 25–42. https://doi.org/10.55927/jicb.v1i1.1364
Kaelan. (2010). Pendidikan Pancasila. Paradigma. https://books.google.co.id/books?id=gfxstgAACAAJ
Mujahidah, I., & Anggraeni Dewi, D. (2022). Internalisasi Nilai Pancasila Terhadap Generasi Muda Sebagai Wujud Mempertahankan Budaya Bangsa. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 431. https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.54773
Sholikhah, N. (2023). Revitalisasi Pendidikan Karakter Melalui Budaya Lokal. Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(2), 597–606.
Sopyan Hadi, A., Dahlan, & Sumardi, L. (2024). Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Komunitas Outsider Dan Lady Rose Lombok Bersatu. CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 7(1), 228–238. https://doi.org/10.36805/civics.v7i1.2112
Untari, S., Sumarmi, & Harda Pratama Meiji, N. (2022). Desa Pancasila: The Implementation of Gotong Royong Values as Social Capital in Indonesia. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 14(2), 225–238. https://doi.org/10.15294/komunitas.v14i2.2778
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Shabirin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




