Perkembangan Kerajaan Allah di Zaman Paulus

Authors

  • Tiara Tiara Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya image/svg+xml Author
  • Sona Sona Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya image/svg+xml Author
  • Sarmauli Sarmauli Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.63822/3x3jnn96

Keywords:

Kerajaan Allah; Paulus; Teologi Perjanjian Baru; Eskatologi; Kontekstualisasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan konsep Kerajaan Allah di zaman Paulus berdasarkan surat-suratnya, serta aplikasinya bagi kehidupan orang percaya masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Sumber data primer meliputi surat-surat Paulus dalam Perjanjian Baru serta karya teologis Donald Guthrie dan George Eldon Ladd, sedangkan sumber sekunder berupa artikel jurnal terkini yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Kerajaan Allah dalam Perjanjian Lama dan ajaran Yesus menjadi fondasi bagi pemikiran Paulus. Paulus mengembangkan pemahaman ini secara signifikan dalam tiga dimensi: eskatologis, etis, dan kristologis. Ia menggeser pemahaman Kerajaan dari eksklusivitas etnis menuju universalitas keselamatan, dengan menekankan bahwa Kerajaan Allah adalah tentang kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17). Paulus juga memahami gereja sebagai komunitas yang telah dipindahkan ke dalam Kerajaan Allah (Kolose 1:13) serta memberitakan Kerajaan sebagai tandingan terhadap klaim Kekaisaran Romawi. Kesimpulan penelitian ini adalah ajaran Paulus tentang Kerajaan Allah tetap relevan bagi orang percaya masa kini dalam menghidupi nilai-nilai Kerajaan, menjadi komunitas yang menghadirkan Kerajaan, serta hidup dalam tegangan "already but not yet" sambil bersaksi di tengah kemajemukan Indonesia.

References

Guthrie, D. (2008). Teologi Perjanjian Baru Jilid 2. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Ladd, G. E. (1999). Teologi Perjanjian Baru Jilid 1. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.

Ludji, P. F. (2020). Menjadi Gereja Yang Memberkati. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Lukmono, I. B. (2024). AGENT OF PEACE: Menjadi Pembawa Damai Seperti Teladan Kristus. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tumanan, P. K. M. (2008). Kerajaan Imam: Teologi Kerajaan Allah Dan Implikasinya Bagi Pemuridan Kristen Masa Kini. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 9(2), 153-171.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Han, C. (2025). Konsep Kerajaan Allah: Studi Komparatif Antara Surat-Surat Paulus Dan Injil Sinoptik. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 6(1), 45-62.

Simangunsong, P., & Marbun, R. C. (2025). Kerajaan Allah: Antara Realitas Kini Dan Kepenuhan Eskatologis. Jurnal Teologi Anugerah, 14(1), 53-68.

Situmorang, S., & Hura, S. S. (2025). Kerajaan Allah Dalam Yudaisme Dan Injil: Dari Identitas Bangsa Ke Keselamatan Universal. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(1), 1023-1035.

Published

2026-05-01

How to Cite

Tiara, T., Sona, S., & Sarmauli, S. (2026). Perkembangan Kerajaan Allah di Zaman Paulus. Kayee: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(2), 185-191. https://doi.org/10.63822/3x3jnn96